2012-12-05

SUAMIKU BELAHAN JIWAKU

Namaku Anita. Usiaku baru menginjak 26th, tapi kisah perjalanan kehidupanku sudah penuh liku”. Aku bekerja disebuah club malam ternama di Jakarta. Alcohol, rokok, dan lelaki hidung belang sudah menjadi bagian dari hari”ku. Aku selalu berfikir bahwa semua lelaki sama saja. Hanya ingin menikmati tubuhku, tanpa ingin memiliki. Hingga suatu hari aku menerima kenyataan bahwa pernyataanku itu salah. Masih ada lelaki yg mempunyai cinta yg tulus. Tanpa memandang fisik dan semua yg telah terjadi dikehidupanku. Lelaki  itu bernama ilham, pria yg kukenal di tempatku kursus bahasa inggris. Profesiku yg sering melayani tamu lelaki dr mana saja, tak terkecuali dr kalangan asing, memaksaku harus mengerti bahasa mereka. Dan disinilah aku belajar, dimana tempatku bertemu dgn ilham jg. Ilham seorang pria yg sangat baik, Ibadahnya pun sangat taat. Dia tak pernah ketinggalan sholat 5 waktunya. 5 bulan aku mengenalnya. Tak kuduga ternyata ia menyimpan rasa suka padaku. Namun saat itu ia blm tau apa pekerjaanku. 

Malam itu, tepatnya tgl 13 maret, ia mengajakku makan malam. Kebetulan hari itu aku libur kerja. Ia mengajakku ke sebuah tempat makan di kawasan ancol. Setelah makan, ia menyatakan isi hatinya padaku. Ternyata saat pertama kali kami bertemu, ia suka padaku. Tapi tak berani ia katakan. Karna waktu itu kami baru kenal. Dan saat ini, ia ingin aku menjadi istrinya. Namun aku tak lantas begitu saja menerimanya, sebelum ia tau siapa aku, dan apa pekerjaanku sebenarnya. Kugenggam tangannya, dan kuberanikan diri untuk menceritakannya. Kulihat dari matanya, ia sangat terkejut mendengarnya. Lalu aku berhenti berkata sejenak. Menarik nafas, dari tangisku yg sesegukkan. Aku pun berfikir, mungkin setelah mendengar ceritaku, ia akan pergi meninggalkanku seperti pria” yg lain. Tapi, lagi” aku salah. Sambil ia mengusap air mataku, ia berkata “aku mohon, menikahlah denganku. Dan kau harus merubah hidupmu menjadi lebih baik”. Ya, kata” itu yg selalu ku ingat darinya. Aku tak dapat menahan air mataku. Air mata penuh keharuan, bahwa masih ada lelaki yg dengan tulusnya dapat menerimaku. Bahkan ingin menjadikanku sebagai istrinya. Dan aku menerimanya. 

Setelah hari itu, aku pun memutuskan untuk berhenti dari pekerjaanku. Kini aku bahagia, hidupku mulai membaik. Sholat yg dlu sering ku tinggalkan, kini sering kulakukan bersamanya. Ia mengajariku sejuta kebaikan. Senyuman dikala orang lain sibuk membenci kita. Ia memberiku cinta yg amat sangat besar. Cinta yg kurasakan setelah kedua orang tuaku tiada. Suatu malam ia berkata padaku, jika suatu hari nanti ia meninggal, ia ingin meninggal dalam pelukanku. Aku menangis mendengarnya. Dan berharap itu tak kan terjadi. Karna aku tak ingin kehilangan org yg kucintai. 

Februari 2002, ini adalah tahun keempat usia pernikahan kami. Kami pun sudah memiliki seorang anak lelaki. Anak yg selalu ia inginkan. Walaupun sudah memiliki anak, tapi cintanya padaku tak luntur sedikitpun. Seringnya ia mengucapkan kata cinta padaku. Membuatku lebih mencintai dirinya. Dan di hari sabtu tgl 7, adalah hari dimana Tuhan merubah segalanya. Saat itu ilham mengajakku untuk makan malam, di tempat dlu ia melamarku. Entah kenapa aku memiliki firasat lain. Karena tgl itu bukanlah tgl dimana ia melamarku. Tapi kuturuti keinginannya. Ia menatap mataku sangat dalam, lebih dalam dari hari” biasanya. Aku pun bingung. Dan berpuluh” kali ia mengucapkan kata cintanya untukku. Dan ia berkata, bahwa jika ada kehidupan setelah ini, ia ingin tetap aku menjadi istrinya. Aku tak kuasa menahan air mataku dan kupeluk erat suamiku. Pukul 22.00wib, kami pun bergegas pulang. Ku peluk suamiku dari kursi belakang motor kesayangannya. Entah knp mlm itu aku takut sekali kehilangan dirinya. Saat di persimpangan jalan, ada sebuah truk pengangkut pasir melintas dengan kecepatan tinggi. Dan truk itu menghantam kendaraan kami. Aku dan suamiku terpental, namun truk itu tetap melaju, melarikan diri. Kulihat suamiku tergeletak lemas dengan darah yg mengalir dr kepalanya. Sekuat tenaga aku berjalan menghampirinya, ku angkat kepalanya dan kurebahkan di pangkuanku. Air mataku mengalir bercucuran melihatnya. Aku berteriak meminta pertolongan. Namun ia menarik wajahku, ia tersenyum dan berkata “aku mencintaimu, lebih dari yg kau tau. Dan aku bahagia bila harus mati dalam pangkuanmu, aku mencintaimu istriku. Rawat anak kita. Didik ia menjadi pria yg soleh. Ajarkan agama padanya. Agar ia selalu mengirimkan doa untukku”. Saat itu aku hanya berkata “kamu ga boleh ninggalin aku. Katanya kamu cinta aku? Katanya kamu mau selalu bersamaku? Kamu ga boleh ninggalin aku”. Sekali lagi ia tersenyum padaku dan berkata “aku tak akan pernah meninggalkanmu walau sejengkalpun sayang. Aku akan selalu ada dalam hatimu, dalam detak jantungmu, dan dalam setiap hembusan nafasmu”. Aku menangis sekencang”nya. “tuntunlah aku sayang, agar Tuhan mau menerimaku di pelukannya”. Kemudian aku menuntunnya untuk mengucapkan kalimat syahadat. Setelah mengucapkannya, kemudian ia tersenyum kembali dan mengucapkan “aku cinta padamu”. Lalu mata itu tertutup perlahan, dan  tak pernah terbuka lagi. Kini, aku memahami makna dari sebuah cinta. Cinta yg tulus, tak pernah memandang fisik, harta dan jabatan. Ia senantiasa menerima segala kekurangan dan kelebihan dari hati yg paling dalam. Dan aku mencintaimu, suamiku…

Created By: Dees/ kajol.


0 komentar: